Muslim, Nappeun Saram?

Sabtu pukul 7 sore hujan lebat disertai petir. Saya sudah berkemas untuk berangkat kerja malam. Hp saya berbunyi. Pada layar terlihat panggilan masuk dari Kukilsa teman saya orang Korea. “Sudah nunggu di depan”. Ujarnya di seberang telepon. Saya ambil payung, bergegas keluar rumah menuju mobilnya yang tengah terparkir. Kemarin dia berjanji akan menjemput saya jika turun hujan.

Hujan semakin deras, curahannya mengganggu jarak pandang arah jalan meskipun diterangi sorot lampu mobil. Sesekali kilat dan guntur menggelegar. Kilatan cahayanya “merobek” kegelapan malam kota Jongnam. Kukilsa memperlambat laju mobilnya. Tiba-tiba dia bertanya sesuatu yang membuat saya kaget.

Muslim nappeun saram?” (Muslim orang jahat?”) Begitu tanyanya.

Pertanyaan tersebut ternyata mengomentari peristiwa peledakan bom di Mesir pada Jum’at (24/11/2017) kemarin. Peristiwa menyeramkan yang menewaskan hampir 235 orang dan melukai 109 orang ini rupanya juga sedang menjadi topik hangat di media-media Korea.

“Dua ratus orang mati dibom. Padahal mereka berada di Mesjid. Kenapa tempat ibadah dibom? Mengapa sesama muslim dibunuh?” Lanjut Kukilsa heran. suaranya keras mengimbangi gemuruhnya suara hujan.

Pada momen seperti inilah saya merasa berkewajiban untuk menjelaskan dengan benar atas kesimpulan salah Kukilsa tentang umat Islam. Kondisi konflik di kawasan jajirah Arab dan rangkaian tindak terorisme lainnya yang mengatasnamakan Islam mau tidak mau menimbulkan kesan negative di benak non muslim seperti Kukilsa.  Maka dengan pengetahuan semampunya,  saya sampaikan kepadanya bahwa tindakan kejahatan tersebut tidak mewakili seluruh umat islam. Muslim anappu saram (Orang Islam tidak jahat)  kata saya. Agar dia puas , saya beri jawaban logis begini:

“Memang benar ada teror yang dilakukan seseorang yang  beragama Islam,  tapi itu bukan berarti kesalahan seluruh umat islam. Hitler adalah teroris keji beragama Kristen, ia membunuh 6 juta umat Yahudi. Lantas apakah umat kristen bisa disebut bersalah hanya gegara ulah satu orang Hitler? Begitupun Kristen Mussolini,  dia membunuh ribuan orang, tapi kita tidak bisa menyebut sebagai kesalahan umat Kristen, kan?” Kukilsa menganggukan kepala sambil tersenyum lebar. Tangannya gesit membelokan mobil ke halaman PT. Kwang Yong tempat kami bekerja. Setengah berlarian kami masuk ke dalam pabrik. Gelegar suara guntur kembali terdengar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *